Tampilkan postingan dengan label otomatisasi genset. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label otomatisasi genset. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Desember 2014

Pengawasan Komisioning Awal Otomasisasi Genset

22 Desember 2014

Setelah otomasisasi genset selesai diinstalasi, baik kabel kontrol dan kabel daya, maka dilakukan proses awal komisoning, yaitu uji coba apakah real operasional dengan kondisi PLN pada, genset dapat dioperasikan secara otomatis.

Pada uji awal operasi ternyata tidak sesuai dengan deskripsi kerja yang diinginkan, yaitu perpindahan kontak ATS tidak sempurna, penyebabnya adalah :


  • ke dua timer rusak (pinjam timer keteknikan 1 buah, sisanya dari rekanan)
  • rekanan melakukan penelusuran trobel shooting sejak 12.00 s.d 15.00 sehingga diputuskan untuk dirakit ulang kembali sesuai dengan instalasi yang diinginkan komisioner. Instalatir pertama tidak menginstall dengan baik.
  • hasil pengujian mengakibatkan listrik 1 kawasan batan, bandung padam.
  • Setelah rangkaian kontrol selesai diinstal ulang, uji coba dilakukan kembali pukul 16.30 dan hasilnyasesuai dengan deskripsi kerja, yaitu proses pemindahan dari PLN ke genset terjadi secara halus.

Senin, 24 November 2014

Instalasi Jaringan Listrik Automasi Operasi Genset

23 November 2014

Pekerjaan ini harus dilaksanakan hari libur, karena terjadi pemadaman listrik untuk kawasan Nuklir Batan-Bandung. Pekerjaan ini termasuk dalam kegiatan retrofiting (penguatan struktur bagunan) gedung Reaktor. Di dalamnya termasuk untuk menjadikan operasi genset yang sebelumnya manual, menjadi otomatis, maka harus diganti sistem jaringan listriknya.

Saat masih manual :
Genset On => tiap-tiap panel SDP terdapat chage over switch untuk mengubah jalur dari PLN ke Genset.

Setelah otomatis :
Genset On => panel ATS otomatis menggantikan peran change over switch yang jalurnya langsung ke LVMDP, sehingga dapat menyuplai seluruh kawasan Batan-Bandung.

Gambar 1. Wiring diagram jalur instalasi genset dengan ATS

Pada Gambar 1 dijelaskan bahwa :
  1. Jalur yang sebelumnya dari trafo langsung ke LVMDP sekarang diganti melalui terminal dulu. Hal ini karena kabel (dari trafo) yang seharusnya ke ATS dulu, tidak cukup panjangnya, sehingga harus melalui terminal dahulu, kemudian baru ditarik ke ATS dan terakhir ke LVMDP.
  2. Kabel dari genset langsung menuju ATS.
  3. Kabel input di panel ATS (dari genset dan dari trafo), akan keluar 1 output ke busbar yang akhirnya menuju LVMDP.
  4. Pada panel ATS, jalur genset dan jalur trafo, masing-masing masuk ke menuju kontaktor otomatis dengan sistem interlock, agar masing-masing kontaktor tidak bisa bekerja bersamaan. Dalam kondisi normal, kontaktor yang disuplai dari trafo yang bekerja jika listrik PLN tidak padam.
  5. Sebaliknya  jika PLN padam, maka kontaktor genset (pada ATS) akan bekerja memberikan suplai listrik dari genset ke LVMDP.
  6. Sistem operasi genset dikontrol oleh sebuah modul yang dapat diprogram, yang ada di depan panel ATS.